SMA Bina Sejahtera dan SMK Bina Sejahtera 2, 3, 4 Jalankan Program SSK Bersama Disdik Jawa Barat, Tampung Siswa yang Tidak Lolos Sekolah Negeri
Cotidie News_Kota Bogor | Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan 1.015 SMA dan SMK swasta melalui Program SSK (Sekolah Swasta Kerjasama), bertujuan menampung calon siswa yang tidak lolos ke sekolah negeri.
Pemerintah juga menyiapkan beasiswa bagi puluhan ribu siswa yang terdata dalam Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).
SMA Bina Sejahtera serta SMK Bina Sejahtera 2, 3, dan 4 adalah sekolah dibawah naungan Yayasan Bina Sejahtera Bogor bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Program Sekolah Swasta Kerjasama (SSK).
Program ini ditujukan khusus bagi calon peserta didik yang tidak diterima di sekolah negeri, memberikan kesempatan untuk tetap melanjutkan pendidikan di jenjang SMA/SMK.
Ditemui diruang kerjanya Nurul Hidayati S.E, M.Pd, selaku Kepala SMK Bina Sejahtera 3 mengatakan pendaftaran program SSK masih berlangsung namun belum mencapai target kuota yang ditetapkan, berharap dalam dua hari ke depan jumlah pendaftar akan terus bertambah hingga memenuhi kuota yang tersedia.
Untuk persyaratan calon siswa Program SSK sebagaimana MoU dan melalui Zoom dengan Dinas Pendidikan, salah satunya adalah sekolah swasta yang dituju menjadi pilihan ke 2 atau ke 3 setelah sekolah negeri, syarat lainnya warga masuk daftar di Desil 1 – Desil 5 yaitu warga kategori penerima bantuan dari pemerintah,
jelas Nurul.
Ia menegaskan calon siswa Program SSK ini bebas biaya selama 3 tahun menempuh pendidikan tidak menarik biaya apapun kecuali untuk pakaian.
Sebagai bentuk dukungan penuh, peserta program SSK dibebaskan dari seluruh biaya pendidikan selama 3 tahun. Biaya seragam dan perlengkapan pribadi diatur sesuai kesepakatan dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara pihak sekolah dan Dinas Pendidikan,
jelasnya lagi
Rincian kuota yang dibutuhkan adalah:
– SMK Bina Sejahtera 2: 2 kelas (maksimal 72 siswa)
– SMK Bina Sejahtera 3: 2 kelas (72 siswa)
– SMK Bina Sejahtera 4: 1 kelas (36 siswa).
Ia menyampaikan harapan besar dari program ini. “Kami ingin memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena tidak lolos masuk negeri atau keterbatasan ekonomi. Melalui program SSK, kami berharap bisa membantu mereka yang sungguh-sungguh ingin belajar namun terkendala pilihan atau kemampuan.
Ia menambahkan, program ini sejalan dengan target capaian pendidikan nasional agar setiap warga negara dapat menyelesaikan pendidikan minimal SMA/SMK dalam rangka mewujudkan program wajib belajar 12 tahun.
Pihak sekolah juga berharap ke depannya terdapat regulasi yang lebih jelas dan terperinci terkait pelaksanaan program SSK.
Kepada para peserta didik penerima program diharapkan dapat menjaga sikap, berperilaku baik, dan menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,
ujarnya menutup perbincangan. CN4
74 total views, 4 views today

