Menyambut Imlek Vihara Buddha Dharma dan 8 Pho Sat Bagikan 300 Paket Sembako

Cotidienews.com_Tajurhalang Bogor |
Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/Tahun 2026 Vihara Buddha Dharma dan 8 Pho Sat yang berada di Wilayah Desa Tonjong Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian 300 paket sembako kepada warga sekitar.

Pembagian sembako tersebut dilaksanakan sekitar satu minggu sebelum perayaan Imlek. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di lingkungan sekitar vihara.

Tersebut disampaikan Pengurus Harian Vihara Dharma Buddha, Ronald di tengah kunjungan Indo Diamond Wisdom Comunity Jakarta, Minggu (27/2/26).

Vihara Dharma Buddha yang dikenal.dengam Buddha Tidur menjadi Obyek Wisata Religi terbuka untuk umum. Pengunjung yang datang tidak hanya untuk beribadah dan sembahyang, tetapi juga untuk melihat Buddha Tidur dan sarana lainnya dilingkungan Vihara Dharma Buddha.

“Di lokasi ini juga terdapat panti asuhan, sehingga banyak umat yang beribadah juga berkunjung ke Panti Asuhan Teratai Kasih untuk bertemu dengan anak-anak panti bercengkrama dan memberi bantuan/santunan sebagaimana saat ini ada kunjungan dari Indo Diamond Wisdom Community Jakarta,

ucap Ronald.

Vihara Buddha Dharma dan 8 Pho Sat secara rutin menggelar berbagai kegiatan keagamaan, seperti perayaan Waisak, Puja Bakti Malam Cap Go Meh, serta kegiatan Sekolah Minggu Buddhis yang diikuti anak-anak panti asuhan dan umat sekitar.

Pengunjung Wisata Religi ataupun Umat yang datang tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari luar daerah bahkan dari luar negeri. Untuk melihat Patung Buddha Tidur di Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat. Patung Buddha Tidur berwarna emas dengan panjang 18 meter dan tinggi sekitar 5 meter, patung ini sering disebut sebagai salah satu yang terbesar di Jawa Barat atau ke-2/ke-3 di Indonesia setelah Mojokerto.

Dari sisi fasilitas, Vihara memiliki sarana ibadah yang memadai. Di area kiri dan kanan Buddha Tidur terdapat ruang atau patung-patung Buddha kecil sebagai simbol umat yang berdana. Kompleks Vihara berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 7.000 M² atau hampir satu hektare.

Di dalam kawasan tersebut juga terdapat dapur umum yang digunakan untuk kebutuhan vihara sekaligus panti asuhan. Ke depan, direncanakan pembangunan aula serbaguna di bagian atas untuk menunjang kegiatan umat dan anak-anak panti.

Vihara ini berdiri sejak tahun 2006. Sementara itu, pembangunan patung Buddha Tidur dimulai pada tahun 2010 dan rampung pada tahun 2012. Setiap minggunya, jumlah umat yang datang diperkirakan mencapai sekitar 100 orang.

Dalam perayaan hari besar keagamaan seperti Waisak, pengurus biasanya turut mengundang aparatur desa dan kecamatan, bahkan kepala daerah untuk hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi dan kebersamaan.

Saat ini, Panti Asuhan Teratai. Kasih yang berada di lingkungan Vihara menampung sekitar 20 anak, terdiri dari anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu. Pihak pengurus berharap keberadaan vihara dan panti asuhan dapat terus membawa berkah bagi lingkungan sekitar.

Harapannya, Imlek ini membawa keberkahan, rezeki, dan kesehatan bagi semua. Pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan dan toleransi,

ucap Ronald mengakhiri perbincangan. (CN4)

 44 total views,  44 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.